Proses Seleksi PT TMMIN
Pernahkah kamu membayangkan bisa bekerja di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)? Bagi banyak pencari kerja, masuk ke perusahaan bonafide seperti Toyota bukanlah hal mudah. Persaingan ketat, proses seleksi yang panjang, dan banyaknya tahapan tes seringkali membuat para pelamar bertanya-tanya, seperti apa sebenarnya proses seleksi di PT TMMIN?
Nah, jika kamu sedang mencari informasi seputar proses rekrutmen di sana, berikut ini adalah tahapan-tahapan seleksi resmi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang perlu kamu ketahui:
Psikotes dan Interview Psikolog
Tahap pertama dimulai dari psikotes yang pada waktu itu dilaksanakan di kantor Disnakertrans bersama team consulting yang ditunjuk perusahaan, jadi bukan sama perusahaannya langsung ya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar kognitif dan kepribadian kamu secara umum. Biasanya tes ini mencakup logika, numerik, kepribadian, serta kemampuan dasar lainnya. Tes-tes ini diantaranya adalah:
1. Tes Army Alpha
Dalam tes ini peserta harus benar-benar mendengarkan instruksi yang diucapkan oleh instruktur. Peserta tidak boleh mengerjakan bahkan memegang alat tulis sebelum soal instruksi selesai dibacakan. Soal ini bertujuan untuk mengukur seberapa paham Anda dengan instruksi yang akan diberikan oleh atasan Anda nantinya di tempat kerja.
Kunci dari tes ini yaitu: dengarkan instruksi dan perintah dengan seksama. Kenapa? karena jika teman-teman tidak mendengarkan instruksi dari instruktur misalnya memegang alat tulis saat soal sedang diucapkan, maka teman-teman bisa langsung didiskualifikasi. So, hati-hati ya.
2. Tes Intelegensi Umum 5
3. Tes Pengetahuan Umum
Di tes ini, saya tidak tahu dengan nama tesnya, jadi saya sebut saja tes pengetahuan umum. Tes ini terdiri dari 10 soal campuran, termasuk soal tentang tata tertib dan aturan undang-undang yang biasanya dipelajari di pelajaran PPKn.
4. Tes Kraepelin
Mungkin teman-teman pernah mendengar atau bahkan sudah tahu tes ini? Ya, tes ini disebut juga tes koran. Kenapa? Karena ukuran kertasnya A3 yang sama besar seperti kertas koran. Memang tes nya hanya menjumlahkan dua angka saja. Tapi, banyak yang tidak tahan dengan tes ini karena banyak sekali angka yang harus dijumlahkan.
Peraturannya, peserta menjumlahkan angka dari bawah kiri ke atas. Jika angka yang dijumlah itu puluhan misalnya 10, 11, 12 sampai 18 maka peserta hanya menuliskan angka satuannya saja. Contoh jika hasil dari 6 tambah 6 itu 12 maka peserta hanya menuliskan angka 2 saja yaitu sebagai satuannya. Bagaimana jika jawaban saya salah, jika Anda ingin memperbaiki jawaban, coret satu kali jawaban salah itu lalu ganti dengan jawaban yang betul di samping kanannya. Dalam tes kraepelin ini hanya ada 3 suara instruksi: mulai, pindah dan selesai. Jika instruksi mengucapkan kata "Pindah", maka peserta harus pindah ke baris baru yang ada di sebelah kanannya walaupun baris yang sebelumnya belum terisi penuh. Lalu, apakah semua hasil jawaban yang saya kerjakan itu akan diperiksa? Tentu, semua jawaban penjumlahan Anda akan diperiksa termasuk jawaban benar, jawaban salah dan jawaban yang dibetulkan (yang dicoret dan diperbaiki hasilnya). Jadi, kalian jangan beranggapan bahwa tes ini dapat dikerjakan secara asal-asalan agar dapat mengerjakan soal sebanyak mungkin ya.
Tujuan dari tes ini yaitu mengukur durabilitas atau ketahanan teman-teman dengan pekerjaan yang dikerjakan secara terus-menerus (monoton) di tempat kerja nanti. Semakin banyak teman-teman menjumlahkan angka dan hasil dari jawabannya itu tepat, maka teman-teman akan dinilai sebagai calon kandidat yang tangguh untuk bekerja dengan pekerjaan serupa yang dilakukan secara monoton tadi. Atau jika teman-teman dapat mengerjakan tes ini secara tepat atau dalam artian banyak jawaban yang benar, tidak menutup kemungkinan bahwa teman-teman dapat diposisikan sebagai quality juga.
5. EPPS
Masing-masing peserta akan diberi satu buah buku dan satu lembar kertas untuk menuliskan jawaban. Buku itu berisi pedoman atau cara pengerjaan beserta 225 butir soal. Peserta hanya diminta memilih jawaban A atau B dari pernyataan yang paling menggambarkan dengan diri sendiri. Dalam tes EPPS ini, tidak ada jawaban yang dianggap benar atau salah. Waktu pengerjaannya kira-kira 45-60 menit.
6. Tes Wartegg
Tes wartegg yaitu tes yang
Semua informasi yang saya bagikan di blog ini berdasarkan dari pengalaman pribadi dan sumber yang saya percaya. Namun, saya juga tidak dapat menjamin bahwa semua informasi tersebut benar-benar akurat dan sama dengan pengalamanmu nanti. Jadi, silakan ambil informasi yang ada di blog ini sebagai gambaran atau referensi saja. Ingat!, latihan rutin adalah kunci sebuah kesuksesan. Jadi, pastikan kamu terus berlatih untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi tesnya. Good Luck 😉
